Selain penanganan genangan, kondisi PJU di Jalan Gempol turut menjadi perhatian. Warga menyampaikan bahwa dari tujuh tiang lampu yang tersedia, hanya satu lampu yang berfungsi. Padahal, penerangan jalan berperan penting dalam mendukung kenyamanan dan keamanan warga saat beraktivitas pada malam hari.

Farhan menargetkan perbaikan PJU dapat diselesaikan dalam pekan ini. Ia juga menyampaikan rencana untuk kembali mengunjungi lokasi pada Jumat guna melihat perkembangan tindak lanjut tersebut.

“Kalau untuk PJU sudah pasti minggu ini selesai. Jadi hari Jumat kita datang ke sini, kita sudah lihat hasilnya,” kata Farhan.

Dalam dialog tersebut, warga juga menyampaikan aspirasi terkait penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) di Kompleks Patra Asri. Farhan meminta agar proses verifikasi dan penyelesaian administrasi ditindaklanjuti, termasuk dengan memeriksa kesesuaian site plan serta fasilitas yang menjadi bagian dari kawasan tersebut.

Di bidang pendidikan, warga menyampaikan tantangan dalam mengakses sekolah negeri tingkat SMP dan SMA. Jarak sekolah serta penerapan sistem zonasi menjadi perhatian bagi sebagian warga yang mengharapkan akses pendidikan lebih dekat dengan tempat tinggal.

Sementara itu, Farhan mengapresiasi inisiatif warga dalam memilah sampah, mengembangkan budidaya maggot, dan mengelola bank sampah. Edukasi pemilahan sampah juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk kegiatan kewilayahan dan mahasiswa yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN).

Upaya pengelolaan sampah dari sumbernya diharapkan terus diperkuat melalui partisipasi masyarakat. Pemilahan sampah organik dan anorganik serta kerja sama dengan berbagai pihak dapat menjadi bagian dari upaya mengembangkan pengelolaan sampah yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan.

Melalui kegiatan Siskamling Siaga Bencana, Pemkot Bandung mendorong komunikasi langsung dengan masyarakat untuk mengidentifikasi persoalan di tingkat kewilayahan dan mengoordinasikan tindak lanjut bersama perangkat daerah terkait. (Fi)