Jakarta,Pilarbangsa.com  – Peserta Wirasena Youth Camp 2026 membedah ide program yang akan mereka bawa ke daerah masing-masing dalam sesi bertajuk “Menyusun Kanvas Ide Wirasena secara Utuh”. Sesi ini berlangsung di ruangan kelas masing-masing, salah satunya di Teater Mini Taman Ismail Marzuki (TIM).

Tujuannya membedah ide program yang akan dihasilkan dari Wirasena Youth Camp. Peserta mengisi form yang disediakan fasilitator, Wira Muhammad Rafli, pemuda asal Kendari, Sulawesi Tenggara. Rafli pernah mewakili provinsinya dalam Australia–Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2024.

Dari rangkaian kegiatan ini, setiap peserta diharapkan menghasilkan satu program activity yang berdampak bagi daerah asalnya. Setelah camp berakhir, akan ada Post Program Activity agar pelaksanaan program yang direncanakan itu bisa dipantau.

Dalam sesi tersebut, fasilitator membantu peserta menguji ide masing-masing, apakah program yang disusun memberi dampak, dan di bagian mana kelemahannya. Di akhir sesi, peserta menyampaikan hasil bedah ide melalui form yang telah dibagikan dan memaparkan secara singkat titik lemah programnya.

Salah satunya Rezki Miftahul, peserta asal Sulawesi Tenggara. Ia memaparkan rencana program edukasi mitigasi bencana di Wakatobi dan Tomohon melalui kolaborasi kurikulum dan pelatihan bagi pemuda dan siswa. Rezki mengusulkan intervensi lewat kurikulum pendidikan lokal untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang mitigasi bencana, dengan melibatkan Dinas Pendidikan dan lembaga terkait.