Pangdam menambahkan, untuk mengantisipasi jika terjadi erupsi Gunung Sinabung terjadinya bencana erupsi, Kodam I/Bukit Barisan telah menyiagakan 1.279 personel gabungan dari TNI, Polri, dan unsur pendukung lainnya.

“Upaya-upaya evakuasi sudah dilakukan kepada masyarakat khususnya Desa Kutatengah. Sampai dengan saat ini ada lima posko pengamanan di wilayah Kabupaten Karo, terutama di wilayah yang diprediksi akan mendapatkan dampak cukup signifikan apabila terjadi erupsi yang lebih besar lagi,” katanya.

Pangdam juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi seluruh rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG, khususnya terkait kawasan yang masuk dalam zona merah. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi zona merah yang direkomendasikan oleh PVMBG,” ucapnya.

Kesiapan personel menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi bencana erupsi. Dengan dukungan pasukan gabungan, koordinasi antara unsur TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait diharapkan dapat berjalan cepat dan efektif apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas Gunung Sinabung.

Kodam I/Bukit Barisan juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur di lapangan agar masyarakat dapat memperoleh perlindungan dan bantuan secara cepat apabila kondisi membutuhkan evakuasi maupun penanganan darurat.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan komitmen aparat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait dalam mengantisipasi potensi bencana serta menjaga keselamatan masyarakat Kabupaten Karo yang berada di kawasan rawan bencana Gunung Sinabung.(Erianto Perangin Angin)