SUKATANI,Pilarbangsa.com  – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai mematangkan kesiapan teknis pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026. Salah satu persiapan dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) KPPS TPS Digital yang digelar serentak di enam titik wilayah Kabupaten Bekasi, Kamis, (3/9/2026).

 

Bimtek diikuti oleh Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Panpilkades) dan dua orang KPPS Digital dari desa-desa peserta Pilkades di Kabupaten Bekasi.

 

Dalam skema Bimtek tersebut, pemungutan suara dilakukan dengan dua metode. Sebagian pemilih dilayani melalui TPS e-voting, sedangkan TPS lainnya tetap menggunakan metode pemungutan suara secara konvensional.

 

Korlap IT DPMD Provinsi Jawa Barat, Tedi menjelaskan bahwa sistem Pilkades digital menggunakan dua aplikasi yang saling terhubung. Sementara aplikasi berbasis Android digunakan KPPS dalam proses pemungutan suara di TPS Digital.

 

Data kandidat dan data pemilih terlebih dahulu dikonfigurasi sebelum diunduh ke perangkat yang digunakan KPPS.

 

“Internet hanya dibutuhkan saat konfigurasi awal untuk mendownload data kandidat dan data pemilih,” kata Tedi.

 

Saat pemungutan suara berlangsung, sistem dirancang bekerja secara offline.

 

“Untuk pelaksanaan nanti sifatnya offline, jadi tidak ada konektivitas apapun. Jadi aman, tidak ada yang bisa mengubah,” ujarnya.

 

Setiap TPS Digital disiapkan dua unit tablet dan satu printer. Sementara usulan penambahan printer menjadi dua unit masih dikomunikasikan dengan tim teknis.

 

Materi bimtek meliputi konfigurasi perangkat, pengoperasian aplikasi, koneksi tablet dengan printer, proses pemungutan suara, pencadangan data, penanganan gangguan teknis hingga proses rekapitulasi.

 

Peserta tidak hanya menerima materi secara teori. Mereka juga melakukan simulasi langsung menggunakan perangkat yang akan digunakan dalam pelaksanaan Pilkades.

 

“Tujuan bimtek untuk melatih KPPS dari awal sampai akhir. Kegiatan ini langsung dipraktikkan di tempat melalui simulasi,” jelas Tedi.