“Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam,” jelasnya.

Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut umumnya berada pada kategori rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter.

“Namun, BMKG mengingatkan adanya potensi gelombang kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Dumai+Bengkalis dan perairan Kepulauan Meranti-Pelalawan sehingga nelayan dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.

Di sisi lain, hasil pemantauan hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat 293 hotspot di Pulau Sumatera. Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 107 titik, disusul Sumatera Selatan 58 titik, Aceh 33 titik, Kepulauan Bangka Belitung 30 titik, Lampung 24 titik, Sumatera Barat 14 titik, Jambi delapan titik, Bengkulu lima titik, dan Riau 14 titik.

Di Provinsi Riau, hotspot tersebar di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak tujuh titik, Kabupaten Bengkalis tiga titik, Kabupaten Rokan Hulu dua titik, Kabupaten Pelalawan satu titik, serta Kota Pekanbaru satu titik.

“Di Provinsi Riau terpantau 14 titik panas yang tersebar di lima kabupaten dan kota. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitarnya,” kata Mari Frystine.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan meskipun hujan masih terjadi di sejumlah daerah.(Zt)