“Pemkot Bandung ingin masyarakat tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu membuka peluang usaha sendiri sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru,” ungkapnya.

Ia menyatakan, Pemkot Bandung akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan, sertifikasi kompetensi, perluasan kesempatan kerja, hingga penguatan ekonomi kreatif dan kewirausahaan sebagai bagian dari mewujudkan visi Bandung UTAMA (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis).

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana menjelaskan, pelatihan bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat agar lebih cepat memperoleh pekerjaan maupun membangun usaha secara mandiri sehingga dapat menekan angka pengangguran di Kota Bandung.

Pelatihan berlangsung mulai 8 Juli 2026 selama 10 hari dengan delapan jenis pelatihan, yaitu catering, pastry, pastry level 2, barista dasar, digital marketing, tata rias pengantin, tata rias remaja, serta barber.

Menurut Yayan, jenis pelatihan tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan pasar kerja dan pengalaman Disnaker dalam melihat bidang-bidang yang memiliki peluang penyerapan tenaga kerja tinggi maupun peluang usaha yang besar.

“Pelatihan ini kami susun berdasarkan data dan pengalaman bahwa bidang-bidang tersebut relatif cepat menyerap tenaga kerja dan juga mudah dikembangkan menjadi usaha mandiri oleh masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, Disnaker Kota Bandung juga akan mengembangkan pelatihan yang mengikuti perkembangan teknologi. Salah satunya melalui rencana kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menyelenggarakan pelatihan teknisi kendaraan listrik.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja yang menguasai perawatan kendaraan listrik diperkirakan akan terus meningkat seiring berkembangnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 3.500 warga ber-KTP Kota Bandung akan mengikuti pelatihan yang dibagi dalam 175 paket pelatihan. Kegiatan yang dimulai saat ini merupakan batch pertama, dan akan dilanjutkan dengan tiga batch berikutnya hingga seluruh peserta mendapatkan pelatihan.

Seluruh pelatihan dilaksanakan di berbagai LPK yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

Selama mengikuti pelatihan, peserta memperoleh berbagai fasilitas berupa makan dan minum, seminar kit, alat serta bahan pelatihan, uang transport sebesar Rp50.000 per hari, serta sertifikat yang diterbitkan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung.(Fi)