Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Suhud Alynudin, mengapresiasi penyelenggaraan COJ 2026. Ia menyebut ajang ini menjadi sarana penting untuk melibatkan masyarakat dalam membangun narasi sekaligus mengawal pembangunan Jakarta.
“Pembangunan Jakarta tidak boleh hanya menjadi domain pemerintah atau legislatif. Menuju lima abad Jakarta, pembangunan harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
Kegiatan ini sangat baik untuk membangun kesadaran (awareness) dan mendorong partisipasi publik sehingga masyarakat memiliki rasa memiliki (sense of belonging) yang kuat terhadap Jakarta,” urai Suhud.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, melaporkan tingginya partisipasi masyarakat dalam COJ 2026.
Sebanyak 5.646 karya foto dari 894 peserta masuk dalam lima kategori, yaitu Jakarta Humanis, Jakarta Berbudaya, Jakarta Kontemporer, Jakarta Pesta, dan Jakarta Berseri. Adapun kompetisi video diikuti 149 peserta dengan total 172 karya yang terbagi dalam kategori landscape, vertikal, dan AI.
“Antusiasme tersebut menunjukkan semakin banyak warga yang bangga menjadi bagian dari Jakarta. Jakarta sedang bergerak menuju usia lima abad dan terus bertransformasi menjadi kota global yang tetap berakar pada budaya serta identitasnya.
Perjalanan Jakarta tidak hanya dibangun melalui infrastruktur fisik, tetapi juga melalui cerita, perspektif, dan karya-karya kreatif yang merekam wajah kota dari sudut pandang warganya sendiri,” ungkap Marulina.
Sebagai bentuk keberlanjutan, Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta akan mendokumentasikan karya-karya terbaik para nominator dan pemenang dalam sebuah buku arsip visual serta cenderamata resmi Pemprov DKI Jakarta. Keduanya ditargetkan terbit pada Agustus 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.(Li)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan