PANDEGLANG – Pemerintah Kabupaten Pandeglang mencanangkan tiga varietas ubi jalar unggul lokal sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian dan kesejahteraan petani.
Pencanangan dilakukan Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani di UPT Puskeswan Kecamatan Karangtanjung, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan World Rabies Day 2026, talkshow One Health, serta pelayanan vaksinasi rabies gratis bagi hewan penular rabies.
Tiga varietas ubi jalar lokal yang diperkenalkan yakni NDS 08 Ungu, NDS 08 Merah, dan NDS 08 Kuning
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, pengembangan varietas unggul lokal merupakan upaya mengoptimalkan potensi sumber daya genetik daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya petani.
“Ini bukan sekadar memperkenalkan varietas baru. Kita ingin menjadikan kekayaan sumber daya genetik lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan petani Pandeglang,” kata Dewi.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian Kabupaten Pandeglang. Lebih dari 43 persen penduduk Pandeglang menggantungkan kehidupannya pada sektor tersebut.
Karena itu, setiap inovasi pertanian harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas, nilai tambah komoditas, dan kesejahteraan petani.
Dewi menjelaskan, ketiga varietas ubi jalar tersebut memiliki karakteristik berbeda. NDS 08 Ungu memiliki warna daging ungu yang khas dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan bernilai tambah.
Sementara NDS 08 Merah memiliki warna daging merah jingga yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun bahan baku berbagai produk olahan. Adapun NDS 08 Kuning memiliki warna daging kuning dengan potensi produktivitas yang baik.
Pengembangan ketiga varietas tersebut diarahkan ke tujuh kecamatan, yakni Menes, Kaduhejo, Mekarjaya, Mandalawangi, Cikedal, Saketi, dan Cisaat.
Program ini melibatkan 82 kelompok tani dengan total luas penanaman sekitar 8,2 hektare. Dengan umur panen sekitar empat bulan, ubi jalar diharapkan menjadi komoditas alternatif untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian sekaligus meningkatkan indeks pertanaman.
Adapun produktivitas yang ditargetkan berkisar 25 hingga 40 ton per hektare, bergantung pada varietas, kondisi lahan, teknologi budidaya, dan pengelolaan tanaman.
Bupati Dewi menegaskan, pencanangan tersebut bukan menjadi akhir dari proses pengembangan varietas ubi jalar lokal Pandeglang. Ia meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang segera menindaklanjuti proses formal pendaftaran varietas sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut diperlukan agar varietas unggul lokal memiliki legalitas sehingga dapat dikembangkan secara lebih luas.
Selain meningkatkan produksi, Dewi juga mendorong pengembangan hilirisasi agar ubi jalar tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar. Komoditas tersebut berpeluang diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti tepung, puree, keripik, dan produk pangan lainnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan