SEMARANG,
Ketua Timsel Calon Anggota KI Jateng, Dhoni Widianto mengatakan, wawancara yang berlangsung selama dua hari, 28–29 Oktober 2026, bertujuan menggali tiga aspek utama, yakni integritas dan antikorupsi, wawasan persahabatan, serta kepemimpinan.
“Ketiga aspek ini penting untuk digali dari calon komisioner. Mereka tidak hanya harus memahami wawasan kebangsaan, tetapi juga memiliki integritas, komitmen terhadap antikorupsi, dan kemampuan kepemimpinan,” ujarnya, saat ditemui di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Digital Provinsi Jawa Tengah, Kamis (29/10/2026).
Menurut Dhoni, aspek kepemimpinan menjadi perhatian penting, mengingat KI merupakan lembaga yang bekerja secara kolektif kolegial. Oleh karena itu, para komisioner terpilih diharapkan mampu membangun tim kerja sama, dan mengambil keputusan melalui pembahasan bersama.
“Dari hasil psikotes dan dinamika kelompok, ada sejumlah indikator yang menjadi pertimbangan kami. Hasilnya kemudian kami konfirmasi melalui jawaban peserta saat wawancara,” jelasnya.
Setelah tahapan wawancara, Timsel akan melakukan pembahasan dan sidang pleno, untuk menentukan 15 peserta yang memenuhi kriteria. Nama-nama tersebut selanjutnya akan direkomendasikan melalui Gubernur Jawa Tengah kepada pimpinan DPRD Provinsi Jawa Tengah, untuk mengikuti proses pemilihan lima komisioner.
Dhoni menegaskan, seluruh proses seleksi dilakukan secara profesional, objektif, dan berintegritas. Timsel juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari sejarawan, Komisi Informasi Pusat, hingga tokoh masyarakat.
Anggota Timsel KI Jateng, Prof Teguh Yuwono mengatakan, wawancara merupakan tahapan penting untuk memastikan calon komisioner memiliki pengetahuan, pengalaman, dan kapasitas yang mumpuni dalam menjalankan tugas.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan