“Keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya diukur dari seberapa banyak hasil panen yang kita produksi, tetapi juga dari seberapa besar nilai tambah yang dapat dinikmati petani dan masyarakat,” ujarnya.
Pencegahan Rabies dengan Pendekatan One Health
Selain pencanangan varietas ubi jalar, peringatan World Rabies Day 2026 menjadi momentum Pemkab Pandeglang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya rabies dan pentingnya mencegah penularan penyakit dari hewan kepada manusia.
Bupati Dewi mengatakan, rabies bukan hanya persoalan kesehatan hewan, melainkan juga menyangkut kesehatan masyarakat. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sebelum terjadi penularan melalui kolaborasi lintas sektor.
Kerja sama tersebut melibatkan sektor kesehatan hewan, kesehatan manusia, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, tenaga kesehatan hewan, serta masyarakat.
“Semangat One Health bahwa kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan saling berkaitan dan harus kita jaga bersama,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang melalui Puskeswan Pandeglang menggelar talkshow bertema “Pengendalian dan Pemberantasan Rabies dengan Pendekatan One Health”.
Masyarakat juga mendapatkan pelayanan vaksinasi rabies gratis bagi hewan penular rabies, di antaranya anjing, kucing, monyet, dan musang.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, Tanti Yulianti, mengatakan peringatan World Rabies Day yang diperingati setiap 28 September menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya rabies, cara pencegahan, penanganan hewan penular rabies, serta pentingnya vaksinasi secara rutin.
“Vaksinasi merupakan salah satu langkah penting dalam membangun kekebalan populasi hewan sehingga dapat menurunkan risiko penularan rabies dari hewan kepada manusia,” ujar Tanti.
Menurut Tanti, Puskeswan memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan hewan, melakukan surveilans penyakit hewan, mengendalikan dan memberantas penyakit hewan menular, serta memberikan edukasi kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Puskeswan juga berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat.
Untuk pelayanan vaksinasi rabies gratis, disediakan sebanyak 250 dosis vaksin. Pelayanan dilakukan melalui Puskeswan Pandeglang dan Puskeswan Pembantu, dengan alokasi antara lain 100 dosis untuk Puskeswan Pandeglang, 50 dosis untuk Puskeswan Pembantu Menes, dan 50 dosis untuk Puskeswan Pembantu Labuan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab Pandeglang berharap pengembangan komoditas pertanian lokal dan pencegahan rabies tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, menjaga kesehatan masyarakat dan hewan, serta mendorong kesejahteraan petani dan masyarakat Pandeglang. (Adv)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan