Bandung,PilarBangsa.comMakna kemerdekaan tidak hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang bagaimana setiap masyarakat memiliki kesempatan untuk hidup sehat. Semangat tersebut menjadi pembahasan dalam Sonata Talkshow bertajuk “Merdeka Sehat, Indonesia Kuat: Kesehatan sebagai Pilar Kemerdekaan”, yang digelar pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri, Sp.PD., KHOM., MMRS., FINASIM, sebagai narasumber. Kegiatan tersebut digelar bersama Diskominfo Kota Bandung dan Sonata Kota Bandung.

Dalam dialog, Agung menyampaikan, makna kemerdekaan pada masa kini dapat dimaknai secara lebih luas, termasuk dalam bidang kesehatan.

Menurutnya, merdeka sehat berarti masyarakat bebas dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah, bebas dari keterlambatan memperoleh pelayanan kesehatan, stigma, serta ketimpangan akses terhadap layanan kesehatan.

“Kalau dulu kemerdekaan berarti kita lepas dari penjajahan, maka hari ini makna kemerdekaan bisa kita lihat dari sisi yang lebih luas. Merdeka sehat berarti setiap orang mempunyai kesempatan untuk hidup sehat, memperoleh pelayanan kesehatan yang baik, mendapatkan informasi kesehatan yang benar, serta hidup dalam lingkungan yang mendukung kesehatan,” ungkap Agung.

Ia menilai, kesehatan merupakan bagian penting dalam pembangunan bangsa. Pembangunan pada dasarnya dibangun oleh manusia, sehingga kualitas sumber daya manusia yang sehat menjadi salah satu fondasi utama pembangunan.

“Kita bisa memiliki infrastruktur yang bagus, teknologi yang maju, dan ekonomi yang berkembang, tetapi kalau sumber daya manusianya sakit, pembangunan pasti tidak akan optimal. Karena itu, kesehatan berhubungan langsung dengan produktivitas, pendidikan, ekonomi, kualitas sumber daya manusia, dan daya saing bangsa,” jelasnya.

Menurut Agung, anak yang sehat dapat belajar secara optimal, orang dewasa dapat bekerja secara produktif, dan lansia tetap dapat hidup mandiri. Karena itu, investasi kesehatan bukan hanya investasi di bidang kesehatan, melainkan juga investasi terhadap kualitas manusia dan masa depan bangsa.

Ia juga mengajak masyarakat mengubah paradigma kesehatan. Kesehatan tidak seharusnya baru menjadi perhatian ketika seseorang mengalami sakit, tetapi perlu dijaga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“Jangan sampai pola pikir kita, kalau kita sakit baru kita ke dokter. Mindset kita harus berubah menjadi, saya menjaga kesehatan supaya tidak sakit. Jadi kesehatan bukan hanya tentang mengobati ketika sudah sakit, tetapi bagaimana kita melakukan upaya promotif dan preventif dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Upaya menjaga kesehatan, menurutnya, dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dan murah. Masyarakat dapat aktif bergerak, tidak terlalu lama duduk, berjalan kaki, melakukan aktivitas fisik secara rutin, memperhatikan pola makan dengan mengurangi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta memperbanyak sayur, buah, dan sumber protein yang baik.

Tidak merokok, tidur yang cukup dan berkualitas, mengelola stres, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan juga menjadi bagian dari pola hidup sehat.