Agung mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perasaan sehat sebagai satu-satunya ukuran kondisi kesehatan tubuh. Sejumlah penyakit dapat berkembang tanpa gejala yang jelas dan baru diketahui setelah menimbulkan komplikasi.
“Merasa sehat belum tentu benar-benar sehat. Hipertensi, diabetes, bahkan beberapa jenis kanker dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Karena itu, jangan hanya merasa sehat karena kita masih bisa beraktivitas. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan deteksi dini tetap penting,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pembahasan juga menyoroti pentingnya literasi kesehatan yang berjalan beriringan dengan pelayanan kesehatan.
Masyarakat perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai cara menjaga kesehatan, mengenali risiko penyakit, melakukan pencegahan, serta mengetahui kapan harus mencari pertolongan medis.
“Pelayanan kesehatan yang baik juga harus didukung oleh masyarakat yang memiliki literasi kesehatan yang baik. Masyarakat perlu memahami bagaimana menjaga kesehatan, mengenali risiko penyakit, melakukan pencegahan, dan mengetahui kapan harus mencari pertolongan medis. Literasi kesehatan sama dengan pelayanan kesehatan yang baik,” ungkap Agung.
Selain peran masyarakat, Agung menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Tenaga kesehatan tidak hanya hadir ketika masyarakat sakit, tetapi memiliki peran sejak upaya promotif dan preventif, deteksi dini, pengobatan, hingga rehabilitasi.
“Tenaga kesehatan seharusnya tidak hanya hadir ketika masyarakat sakit. Perannya dimulai dari promotif, preventif, deteksi dini, pengobatan, sampai rehabilitasi. Jadi, peran tenaga kesehatan bukan hanya mengobati, tetapi juga melakukan pencegahan dan memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.
Dalam konteks pelayanan kesehatan dasar, puskesmas juga memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat. Puskesmas diharapkan tidak hanya menunggu masyarakat datang untuk mendapatkan pelayanan, tetapi juga aktif melakukan edukasi, imunisasi, skrining, dan deteksi dini penyakit.
“Puskesmas harus menjadi garda terdepan kesehatan masyarakat. Puskesmas jangan hanya menunggu pasien datang, tetapi juga harus aktif melakukan edukasi, imunisasi, skrining, dan deteksi dini penyakit,” katanya.
Sebagai Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Agung juga memanfaatkan momentum tersebut untuk membuka ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi terkait pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan di puskesmas.
“Ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Kalau ada layanan puskesmas yang dirasakan (Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan