Adapun tujuh lokasi yang menjadi perhatian Pemkot Palembang meliputi kawasan depan Asrama Haji, Jalan Nurdin Panji, Jalan Sekuntum Bunga, depan Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Bay Salim atau kawasan Rambang, Jalan Mayor Ruslan, serta Jalan Residen Rojak.

 

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memecahkan kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan agar aliran udara dapat berjalan lebih optimal, terutama ketika intensitas hujan meningkat.

 

Isnaini menegaskan, penanganan titik-titik rawan genangan merupakan bagian dari komitmen Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dalam mengatasi permasalahan banjir di Kota Palembang.

 

Oleh karena itu, koordinasi antara Pemkot Palembang dan instansi terkait, khususnya yang berwenang menangani jalan nasional beserta infrastruktur drainasenya, akan terus didorong agar rencana penanganan dapat segera direalisasikan.

 

Masyarakat Diminta Ikut Menjaga Saluran Drainase

 

Selain pembenahan infrastruktur, Pemkot Palembang juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penampungan udara, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran drainase tidak tersumbat sampah.

 

Menurut Isnaini, permasalahan penanggulangannya tidak hanya berkaitan dengan kondisi dan kapasitas drainase, tetapi juga dipengaruhi oleh kelancaran aliran udara yang perlu dijaga bersama.

 

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke saluran air yang dapat menyebabkan penyumbatan dan menghambat aliran saat hujan turun.

 

“Mohon dibantu juga dalam hal pembersihan saluran. Karena memang pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari masyarakat,” tutupnya.

 

Pemkot Palembang berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat memperkuat upaya penyelamatan, sekaligus mendorong percepatan penanganan infrastruktur di titik-titik rawan banjir.(Sp)