“Saya mengapresiasi langkah cepat PB POSSI membentuk tim investigasi. Saya berharap tim ini dapat bekerja secara objektif, transparan, dan menyeluruh untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, termasuk mengevaluasi apakah seluruh prosedur keselamatan sudah dijalankan dengan baik. Yang terpenting, hasil investigasi harus ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan yang konkret agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Menpora Erick.
Selain investigasi yang dilakukan PB POSSI, Menpora Erick juga mendukung langkah kepolisian yang saat ini tengah mendalami kasus tersebut, termasuk memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian kejadian yang menimpa Syabilla.
“Kita juga mengapresiasi langkah kepolisian yang sedang melakukan penyelidikan. Saya berharap seluruh fakta dapat terungkap secara objektif dan transparan. Kita harus menghormati proses hukum yang berjalan dan tidak mendahului kesimpulannya,” kata Menpora Erick.
Menpora Erick menegaskan bahwa terlepas dari hasil investigasi dan penyelidikan, peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pertandingan olahraga. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan, mulai dari federasi cabang olahraga hingga penyelenggara pertandingan, memastikan standar perlindungan atlet benar-benar diterapkan di lapangan.
Evaluasi tersebut harus mencakup kesiapan tenaga medis dan tim penyelamat, prosedur pengawasan selama pertandingan, kecepatan respons ketika atlet menunjukkan tanda-tanda mengalami kesulitan, hingga kewenangan petugas mengambil tindakan ketika keselamatan atlet terancam.
“Atlet tentu memiliki semangat untuk terus berjuang hingga garis finis. Tetapi ketika muncul tanda-tanda yang membahayakan keselamatan, harus ada sistem dan petugas yang mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Keselamatan atlet tidak boleh bergantung hanya pada keputusan atlet itu sendiri ketika sedang berada dalam tekanan pertandingan,” tegas Menpora Erick.
Lebih lanjut, Menpora Erick mengingatkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kompetisi olahraga tidak hanya diukur dari prestasi dan medali yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak memberikan perlindungan kepada para atlet.
“Syabilla telah memberikan yang terbaik untuk olahraga dan daerahnya. Kini menjadi tanggung jawab kita untuk memastikan kepergiannya tidak berlalu tanpa pembelajaran dan perbaikan. Tugas kita bukan hanya mengantarkan atlet menuju podium, tetapi juga memastikan mereka dapat kembali dengan selamat kepada keluarganya,” pungkas Menpora Erick.(Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan