Ia mengingatkan, penyelenggaraan ini bukan sekedar ajang kompetisi untuk mencari toilet yang paling bersih, melainkan sebuah gerakan peradaban untuk meningkatkan kesadaran warga sekolah, mendorong terciptanya toilet yang ramah anak dan inklusif, hingga menjadikan toilet sebagai salah satu media edukasi PHBS.

Sebagai informasi, pelaksanaan lomba toilet bersih ini dimulai dari sosialisasi pada 6 Oktober 2026, masa pembenahan mandiri 7-21 Oktober 2026, penilaian 22 Oktober hingga 8 November 2026.

Adapun kriteria penilaian meliputi kebersihan, kesehatan, kelengkapan sarana prasarana, keamanan dan kenyamanan, inklusivitas, otomasi budaya dan partisipasi, estetika, serta inovasi dan edukasi.

“Saya minta kepada seluruh warga SD dan SMP Negeri untuk mengikuti lomba toilet bersih ini. Mari kita sama-sama bergotong royong mewujudkan lingkungan yang bersih,” pungkasnya. (Fi)