Selain itu, Bupati Dewi mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan para ulama, santri, dan pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Mari kita doakan para ulama, santri, dan seluruh pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa Indonesia. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima amal ibadah mereka, melimpahkan rahmat kepada mereka, serta membimbing kita untuk meneruskan cita-cita luhur perjuangan mereka,” demikian doa yang disampaikan dalam amanat tersebut.
Pada kesempatan itu, Bupati Dewi juga menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri dan keluarga besar pesantren. Ia berharap para santri terus menjaga tradisi pesantren, mengembangkan inovasi, memperkuat persaudaraan, serta memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.
Ia menambahkan, kontribusi ulama dan santri telah menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Nilai keikhlasan, perjuangan, persaudaraan, dan cinta tanah air harus terus menjadi landasan bagi generasi muda dalam menjaga persatuan dan membangun bangsa.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, persatuan, dan semangat pengabdian dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, semangat perjuangan para ulama dan santri dapat terus diwariskan kepada generasi penerus demi mewujudkan Indonesia yang maju, bersatu, dan berkeadaban. (Adv)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan