Hal yang perlu diperhatikan berikutnya oleh penyelenggara adalah mengenai cheering. Sumarno meminta di titik Tanjakan Cinta lebih banyak ditempatkan cheering di sisi kanan kiri rute yang dilalui pelari. Tanjakan Cinta merupakan salah satu titik favorit dan selalu dinantikan oleh para pelari. Jika banyak cheering di titik tersebut, maka pelari akan lebih semangat.
Terkait rute, Sumarno menekankan agar bisa melintasi areal parkir Masjid Agung Jawa Tengah di Magelang. Sebab, masjid tersebut merupakan salah satu lanskap baru di Magelang yang harus dipromosikan.
“Kalau bisa lewat halaman parkir akan banyak yang tahu di situ ada Masjid Agung Jawa Tengah, dan lebih dikenal masyarakat banyak,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Bisnis Kompas mewakili panitia acara, Lukminto Wibowo mengatakan, persiapan Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 saat ini sudah 99 persen. Masalah nonteknis terkait dengan cuaca, juga telah menjadi perhatian panitia penyelenggara.
“Semua sudah siap, tinggal kita jalan. Masalah cuaca ini memang jadi perhatian. Mudah-mudahan semua nanti berjalan lancar,” ujarnya.
Lukminto menjelaskan, untuk memperingati satu dekade Borobudur Marathon, maka pada event kali ini ada apresiasi khusus kepada pelari yang telah mengikuti event tersebut sebanyak lima kali. Apresiasi itu berupa medali dedicated yang akan diberikan ketika saat finish.
Kriteria penerima medali dedicated tersebut dilihat dari catatan digital dan track record peserta, dalam mengikuti event Borobudur Marathon, baik kategori 10K, Half Marathon, maupun Full Marathon. (Ft)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan