KLATEN,
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Temmy Purboyono mengatakan, percepatan pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, agar infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dapat segera dimanfaatkan.
“Ini merupakan perintah dari Bapak Gubernur supaya pembangunan dipercepat, sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Temmy, mewakili Kepala Dinas PUPR Jateng Henggar Budi Anggoro, Senin (19/10/2026).
Jembatan yang berada di ruas jalan provinsi Karangwuni-Cawas-batas DIY tersebut dibangun dengan nilai kontrak sebesar Rp20,62 miliar. Jembatan baru itu memiliki panjang 40 meter dan lebar 7,5 meter, dilengkapi trotoar di sisi kanan dan kiri masing-masing selebar 0,5 meter.
Temmy menjelaskan, kondisi jembatan lama yang telah berusia sekitar 40 tahun dan kondisinya sudah tidak memungkinkan, perlu diganti demi keselamatan pengguna jalan.
Selain mengganti konstruksi lama, jembatan baru ditinggikan sekitar dua meter dari posisi sebelumnya, untuk mengurangi risiko gangguan lalu lintas ketika Sungai Dengkeng meluap.
“Jembatan yang lama terkadang tidak terlihat ketika air melimpah (saat Sungai Dengkeng meluap). Sekarang ditinggikan dua meter, sehingga saat terjadi banjir jembatan masih tetap terlihat, dan masyarakat lebih aman melintasinya,” ujarnya.
Berdasarkan data pelaksanaan pekerjaan hingga 19 Oktober 2026, progres fisik pembangunan Jembatan Dengkeng mencapai 60 persen, lebih tinggi dibandingkan target rencana sebesar 59 persen.
“Ini kemajuannya sudah luar biasa ini. Tidak telatlah, intinya,” ujarnya.
Masa pelaksanaan kontrak berlangsung selama 180 hari kalender, terhitung sejak 25 Juni hingga 21 Desember 2026.
Temmy berharap pembangunan tersebut dapat diselesaikan lebih cepat dari jadwal kontrak, sehingga jembatan segera dibuka dan dimanfaatkan masyarakat.
“Kami berharap pekerjaan ini bisa selesai lebih awal, mungkin sekitar satu minggu hingga 10 hari sebelum batas waktu kontrak, sehingga nantinya dapat diresmikan oleh Bapak Gubernur Jawa Tengah,” katanya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan