Selain itu, promosi kesehatan dan upaya pencegahan harus terus diperkuat melalui pemanfaatan basis data secara berkelanjutan.

 

“Serta menyelaraskan deteksi dini dengan cakupan CKG SMART. Bangun jejaring edukasi, pemeriksaan, rujukan, pengobatan, dan pendampingan dengan informasi serta akses layanan lanjutan yang jelas,” ujarnya.

 

Pada akhir sambutannya, Dedie Rachim menyampaikan bahwa keberhasilan Bulan Peduli Kanker diukur dari pemerataan akses, kejelasan tindak lanjut, dan kesinambungan layanan.

 

Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi warga sebagai wujud kehadiran pemerintah dan kepedulian sosial.

 

“Perempuan Kota Bogor, jangan ragu mencari informasi dan memeriksakan diri. Suami dan keluarga, teruslah mendampingi dan menguatkan para pejuang serta penyintas kanker. Anda tidak sendiri. Pemerintah Kota Bogor bersama seluruh mitra berkomitmen menghadirkan pelayanan dan perlindungan nyata dengan menghormati martabat serta privasi,” ujarnya.

 

Pada kesempatan tersebut, lima penyintas kanker turut hadir dan menerima penyematan pita merah muda (pink ribbon) serta bingkisan. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian bersama sekaligus wujud dukungan kepada para penyintas kanker agar mereka tidak merasa sendiri dalam menjalani perjuangan melawan penyakit tersebut.(Red)