Sementara itu, Kepala Desa Plosowangi, Danang Mahendra mengatakan, keberadaan Jembatan Dengkeng sangat vital bagi masyarakat Kecamatan Cawas dan wilayah sekitarnya, karena menjadi penghubung mobilitas warga Jawa Tengah menuju DIY, termasuk akses menuju kawasan wisata Gunungkidul, DIY.
Menurut dia, kepadatan lalu lintas di ruas tersebut cukup tinggi, terutama saat akhir pekan dan hari libur. Jalan itu digunakan masyarakat untuk bekerja, mengangkut barang, berdagang, hingga melakukan perjalanan wisata.
Danang menambahkan, perbaikan jembatan juga diharapkan memulihkan aktivitas perekonomian masyarakat yang terdampak selama proses pembangunan berlangsung.
“Dengan jembatan ini segera selesai, akses transportasi akan semakin lancar dan perekonomian masyarakat, khususnya di Desa Plosowangi, diharapkan kembali meningkat,” ujarnya.
Danang menjelaskan, mayoritas penduduk Desa Plosowangi bekerja sebagai petani, tetapi wilayah tersebut juga memiliki pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang mengandalkan arus kendaraan dan kunjungan wisatawan.
Salah satu produk unggulan setempat adalah rambak berbahan kulit sapi, selain abon dan berbagai produk olahan lainnya. Kelancaran akses jalan dinilai berpengaruh terhadap peluang wisatawan, untuk singgah dan membeli oleh-oleh. Selain mendukung konektivitas, penggantian jembatan juga diharapkan membantu mengurangi risiko banjir akibat luapan Sungai Dengkeng.
Danang mengatakan, konstruksi jembatan lama yang memiliki sejumlah tiang di bagian tengah, kerap menghambat aliran air dan menjadi tempat tersangkutnya sampah. Kondisi tersebut berpotensi memperparah luapan air hingga ke kawasan permukiman, dan mengganggu akses jalan provinsi.
Melalui pembangunan jembatan baru tanpa tiang di tengah aliran sungai, diharapkan aliran air menjadi lebih lancar. Upaya tersebut juga didukung penanganan lain, termasuk normalisasi sungai oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo serta pembenahan infrastruktur pengendali air di sekitar lokasi.
Warga setempat, Ragil, menyambut baik pembangunan jembatan tersebut karena jalur itu menjadi akses penting untuk berbagai keperluan, mulai dari pergi ke pasar, bekerja, hingga menuju kawasan wisata di Yogyakarta.
Dia berharap, jembatan segera selesai, sehingga perjalanan masyarakat kembali lancar dan risiko gangguan akibat banjir dapat dikurangi.
“Kami sebagai warga Cawas dan sekitarnya mengucapkan terima kasih. Semoga dengan adanya jembatan ini, perjalanan dari berbagai arah tetap lancar dan ke depan tidak terjadi banjir yang mengganggu aktivitas masyarakat,” katanya.
Pantauan di lokasi, pembangunan jembatan masih berlangsung. Tak lama lagi, akan dilakukan pengecoran lantai jembatan. Sejumlah pekerja melakukan aktivitas pengerjaan hingga malam hari. Sementara pengguna jalan melintas jalan kampung sebagai alternatif.(Ft)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan