Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dewi juga mengapresiasi partisipasi seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah, TNI-Polri, mahasiswa, relawan, dan masyarakat menjadi modal penting untuk membangun budaya hidup bersih dan sehat.
Ia berharap semangat kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak dini kepada generasi muda, sehingga kebiasaan menjaga kebersihan dan kelestarian alam terus tumbuh serta menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Pandeglang.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang Rahmat Zultika mengatakan, World Cleanup Day merupakan gerakan global yang melibatkan berbagai negara untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan pelestarian alam.
Ia menjelaskan, rangkaian pelaksanaan kegiatan World Cleanup Day berlangsung dalam rentang Agustus hingga Oktober.
Rahmat juga mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dalam upaya pengelolaan sampah.
“Buanglah sampah pada tempatnya dan berkoordinasi dengan kami, Dinas LH. Karena sampah itu warisan. Jika sampah tidak bisa diolah, maka akan diwariskan kepada anak cucu kita. Untuk itu, kita harus memberikan warisan yang baik bagi generasi mendatang,” pungkasnya.
Melalui kegiatan World Cleanup Day 2026, Pemerintah Kabupaten Pandeglang berharap gerakan peduli lingkungan tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih semata, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan Pandeglang yang bersih, sehat, dan nyaman. (Adv)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan