Karena itu, pemerintah memberikan ruang bagi pedagang untuk tetap beraktivitas dengan konsep lapak yang dapat dibongkar pasang. Pedagang juga diharapkan memastikan area yang digunakan tetap bersih dan tertata setelah aktivitas perdagangan selesai.

“Alhamdulillah berjalan aman, kondusif, dan semua pedagang menerima serta bersepakat untuk menaati aturan,” ujarnya.

Yoga menambahkan, penataan kawasan juga mendapat dukungan dari pengurus RT, RW, dan masyarakat sekitar. Dengan pembongkaran bangunan semi permanen, kawasan Cihapit diharapkan menjadi lebih tertib, nyaman, serta tetap memiliki aktivitas ekonomi masyarakat.

“Harapannya ketika nanti kembali berdagang, kawasan menjadi lebih indah dan wisatawan nyaman ketika berkunjung ke wilayah Cihapit,” tuturnya.

Pemkot Bandung juga akan melanjutkan sosialisasi dan imbauan di sejumlah titik di wilayah Cihapit yang masih terdapat kios semi permanen. Pendekatan yang dilakukan mengedepankan komunikasi dengan para pedagang agar penataan dapat berjalan secara tertib dan kondusif.

Yoga mengajak para pedagang untuk bersama-sama menjaga wajah kawasan Cihapit sebagai salah satu ruang aktivitas masyarakat dengan tetap memperhatikan ketertiban, kenyamanan, kebersihan, dan akses pejalan kaki.

“Berangkat bersih, pulang bersih,” ujar Yoga. (Fi)