PANDEGLANG – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mendorong sektor pertanian menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat. Upaya tersebut perlu dilakukan melalui peningkatan produktivitas, pengolahan hasil pertanian, hingga pengembangan usaha kreatif berbasis potensi lokal.
Hal itu disampaikan Bupati Dewi Setiani saat membuka Sukaresmi AgriFest 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kecamatan Sukaresmi ke-21 di Alun-Alun Kecamatan Sukaresmi, Senin (5/10/2026).
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, Sukaresmi AgriFest mengangkat potensi pertanian sebagai kekuatan utama daerah. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha, untuk memperkenalkan berbagai produk serta hasil pertanian unggulan Kecamatan Sukaresmi.
Dalam sambutannya, Bupati Dewi menyampaikan apresiasi kepada camat, Forkopimcam, masyarakat, petani, pelaku usaha, serta seluruh sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, Sukaresmi AgriFest bukan sekadar agenda perayaan hari jadi kecamatan, tetapi juga menjadi contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan sebagai bagian dari pembangunan daerah.
“Kami sangat bangga dengan adanya AgriFest ini. Ini merupakan contoh dan teladan yang nantinya bisa kita aplikasikan di kecamatan-kecamatan lainnya,” katanya.
Dewi menegaskan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Pandeglang. Sebagian besar masyarakat masih menggantungkan mata pencaharian pada sektor tersebut, sehingga pengembangannya harus menjadi perhatian bersama.
“Ini bukan hanya festival AgriFest, tetapi ini adalah festival kehidupan, karena sebagian besar masyarakat kita bergantung pada pertanian,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, Kabupaten Pandeglang memiliki potensi sumber daya alam yang besar, didukung lahan pertanian yang luas dan subur serta sumber daya manusia petani yang berpengalaman. Potensi tersebut harus dimanfaatkan secara optimal agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun demikian, Bupati Dewi mengingatkan bahwa pembangunan pertanian tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan hasil panen. Pemerintah bersama masyarakat juga perlu mendorong pengolahan hasil pertanian agar menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
“Ke depan kita bukan hanya berpikir bagaimana meningkatkan panen dan produktivitas, tetapi bagaimana panen ini bisa menjadi nilai tambah. Lahan pertanian harus produktif dan hasilnya bisa kita olah sehingga memberikan nilai tambah,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan