SIMALUNGUN,Pilarbangsa.com  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendorong penguatan sinergi dengan DPRD Sumut dalam merumuskan arah pembangunan daerah 2027. Kolaborasi eksekutif dan legislatif dinilai penting untuk memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja DPRD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 di Sopo Bolon Convention Hall & Meeting Room Hotel Niagara Parapat, Kabupaten Simalungun, Minggu (30/8/2026) malam.

 

Rapat kerja tersebut digelar untuk menyampaikan laporan evaluasi kinerja DPRD Provinsi Sumut periode Juli 2025 hingga Juli 2026 sekaligus menyusun dan menetapkan rencana kerja DPRD Sumut tahun 2027. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 30 Agustus hingga 1 September 2026.

 

 

 

Menurut Surya, rapat kerja tersebut memiliki arti penting, karena tidak hanya menjadi forum evaluasi pelaksanaan tugas DPRD selama satu tahun kerja, tetapi juga momentum menyusun arah kerja kelembagaan untuk 2027.

 

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memandang DPRD sebagai mitra sejajar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Karena itu, sinergi antara rencana kerja DPRD dengan rencana kerja pemerintah daerah perlu terus diperkuat,” ujar Surya.

 

Ia menegaskan, setiap kebijakan, program, dan keputusan yang dihasilkan pemerintah daerah bersama DPRD harus bergerak menuju tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumut.

 

Surya menyampaikan, Sumut  memiliki potensi besar di berbagai sektor yang dapat dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Di sektor ekonomi, Sumut memiliki keunggulan pada pertanian, perkebunan kelapa sawit, karet, kopi, industri pengolahan, serta UMKM yang menjadi salah satu penopang pendapatan daerah dan penyerapan tenaga kerja.

 

Di sektor pariwisata, kekayaan alam Danau Toba, Geopark Kaldera Toba, Kepulauan Nias, serta keragaman budaya Batak, Melayu, dan Nias menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

 

Menurutnya, potensi sumber daya alam dan energi, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan dan energi panas bumi, juga perlu dioptimalkan untuk mendukung kemandirian energi sekaligus membuka peluang investasi.

 

Dari sisi strategis, posisi Sumut sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia bagian barat melalui Pelabuhan Kuala Tanjung dan Bandara Internasional Kualanamu dinilai memberikan keunggulan dalam pengembangan perdagangan dan konektivitas internasional.