Medan,Pilarbangsa.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) berkomitmen mempercepat pembangunan di empat kabupaten di Kepulauan Nias yang masih masuk kategori daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Percepatan tersebut dilakukan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Proyek Strategis Daerah (PSD).
Komitmen tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung saat menjadi narasumber Dialog Interaktif dalam rangka Peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI Provinsi Sumut Tahun 2026 yang disiarkan RRI Medan, Selasa (11/8/2026).
Dialog bertema “Membangun Sumatera Utara dari Daerah 3T untuk Mencapai Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” tersebut juga menghadirkan Ketua DHD BPK 45 Sumut Mayjen TNI (Purn) M Hasyim.
Basarin mengatakan percepatan pembangunan di empat daerah tersebut dilakukan dengan kehadiran Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dan Wakil Gubernur Sumut Surya yang berkantor di Kepulauan Nias. Langkah tersebut merupakan terobosan untuk mendekatkan pelayanan publik sekaligus mendengarkan langsung aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah.
“Artinya menjemput bola, supaya apa-apa yang terjadi, fenomena, fakta-fakta, data-data, yang ada di lapangan bisa dirumuskan menjadi kebijkan yang sesungguhnya dibutuhkan oleh masyarakat.
Secara nasional maupun regional, bahwa ada empat kabupaten di Sumut yang masih dalam kategori tertinggal. Maka perlu akselerasi percepatan pembangunan di wilayah yang masih kategori 3T,” terangnya.
Basarin menyampaikan sejumlah program prioritas Pemprov Sumut yang tertuang dalam PHTC dan PSD untuk Kepulauan Nias. Melalui PHTC, antara lain telah dilaksanakan Program Berobat Gratis (Probis), penyediaan akses internet di ruang publik dan sekolah melalui program Digitalisasi Pelayanan Publik (CERDAS).
Pemprov Sumut juga merealisasikan program Infrastruktur Strategis Terintegrasi (INSTANSI), antara lain pembangunan jalan, jembatan, serta peningkatan konektivitas wilayah terisolir. Pembangunan jalan tersebut mencakup ruas Nias Selatan–Nias Barat, koridor Dola dan Duria, serta Opiatumbeherua di wilayah Nias Selatan dan Nias Barat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan