Selain kesiapan menghadapi potensi hujan ekstrem, Farhan juga mengingatkan pentingnya membangun budaya tanggap bencana di tingkat kewilayahan. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam meminimalkan dampak ketika bencana terjadi.
Untuk itu, ia menginstruksikan BPBD agar memperluas pelaksanaan pelatihan tanggap darurat di seluruh kecamatan. Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan aparatur kewilayahan, relawan, serta masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
“Berikutnya adalah melakukan pelatihan-pelatihan emergency di setiap kecamatan. Itu penting sekali,” tegasnya.
Farhan berharap langkah mitigasi yang dilakukan sejak dini dapat memperkuat ketahanan Kota Bandung dalam menghadapi ancaman bencana, termasuk yang dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada meski saat ini memasuki musim kemarau, serta mengikuti informasi resmi terkait kondisi cuaca dan kebencanaan.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar risiko bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.(Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan