Eko menegaskan, seluruh tindakan dalam simulasi tetap mengedepankan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

“Pendekatan awal tetap persuasif. Namun ketika situasi meningkat, ada tahapan yang harus dilakukan untuk memastikan kondisi tetap terkendali,” jelasnya.

Ia menambahkan, latihan ini tidak hanya menitikberatkan pada kesiapan individu personel, tetapi juga efektivitas komunikasi dan koordinasi antarinstansi di lapangan, yang dinilai krusial dalam mencegah eskalasi konflik lebih luas.

Selain itu, simulasi ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi momentum Hari Buruh Internasional (May Day), yang kerap diwarnai kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat.

“Prinsipnya kami hadir untuk mengamankan sekaligus melayani agar kegiatan masyarakat berjalan tertib,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Sakir, menilai latihan tersebut penting sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan di daerah.

“Kesiapan aparat menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas wilayah, terutama di tengah dinamika sosial yang berkembang,” pungkasnya.(Ft)