MUNGKID,Pilarbangsa.com – Ratusan personel gabungan diterjunkan dalam simulasi penanganan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di halaman Gedung DPRD Kabupaten Magelang, Kamis (23/4/2026).

Latihan ini menjadi upaya menguji kesiapan aparat dalam menghadapi potensi situasi darurat, termasuk aksi unjuk rasa yang berujung ricuh.

Plt Wakapolresta Magelang, Kompol Eko Mardiyanto, mengatakan simulasi tersebut merupakan agenda rutin yang difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis serta koordinasi lintas instansi.

“Jadi ketika situasi benar-benar terjadi, semua sudah siap,” ujarnya di sela kegiatan.

Sebanyak 685 personel dilibatkan dalam latihan ini, terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, hingga Dinas Kesehatan. Keterlibatan berbagai instansi tersebut mencerminkan pola penanganan terpadu dalam menghadapi situasi darurat yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.

Dalam simulasi, aparat dihadapkan pada skenario aksi unjuk rasa sekelompok massa yang tidak puas terhadap suatu kebijakan. Aksi yang awalnya berlangsung damai kemudian berkembang menjadi tegang saat proses audiensi dengan DPRD tidak mencapai kesepakatan.

Situasi memanas ketika massa mulai bertindak anarkis, sehingga aparat bergerak cepat untuk mengendalikan kondisi. Tahapan penanganan dilakukan mulai dari pendekatan persuasif, negosiasi, hingga tindakan pengendalian massa sesuai prosedur.

Eko menegaskan, seluruh tindakan dalam simulasi tetap mengedepankan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

“Pendekatan awal tetap persuasif. Namun ketika situasi meningkat, ada tahapan yang harus dilakukan untuk memastikan kondisi tetap terkendali,” jelasnya.

Ia menambahkan, latihan ini tidak hanya menitikberatkan pada kesiapan individu personel, tetapi juga efektivitas komunikasi dan koordinasi antarinstansi di lapangan, yang dinilai krusial dalam mencegah eskalasi konflik lebih luas.

Selain itu, simulasi ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi momentum Hari Buruh Internasional (May Day), yang kerap diwarnai kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat.

“Prinsipnya kami hadir untuk mengamankan sekaligus melayani agar kegiatan masyarakat berjalan tertib,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Sakir, menilai latihan tersebut penting sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan di daerah.

“Kesiapan aparat menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas wilayah, terutama di tengah dinamika sosial yang berkembang,” pungkasnya.(Ft)