MAGELANG,
Dalam gelaran yang dibuka Kamis (17/9/2016) itu, Pemerintah Kota Magelang menyediakan 150 stan pameran UMKM. Event itu diharapkan dapat menarik hingga 40.000 pengunjung, dengan transaksi mencapai Rp2 miliar.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono mengatakan, penyelenggaraan event tersebut menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota Magelang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Dia menyebut, Kota Magelang memiliki keterbatasan sumber daya alam. Karena itu, kekuatan kota diarahkan pada sumber daya manusia, inovasi, kreativitas, serta sektor jasa dan ekonomi kreatif.
“Tidak ada tambang, tidak ada hutan, tidak ada kebun, tidak ada pabrik. Adanya adalah Sumner Daya Manusia (SDM) yang mempunyai kualitas tinggi, SDM yang mempunyai inovasi, kreativitas tinggi,” kata Damar.
Menurutnya, hampir setiap pekan terdapat event di Kota Magelang, baik berskala lokal, regional, nasional maupun internasional.
“Karena saya meyakini bahwa dengan event, pertumbuhan ekonomi ini akan bergerak tumbuh dengan baik,” ujarnya.
Namun, Damar menegaskan, capaian transaksi bukan satu-satunya tujuan. Dia berharap event tersebut menghasilkan kerja sama baru, membuka pasar bagi produk UMKM, mampu mempertemukan pelaku usaha dengan mitra, serta menciptakan peluang baru bagi koperasi.
Borobudur Indonesia Expo 2026 juga diarahkan menjadi ruang promosi bagi potensi ekonomi kawasan penyangga destinasi pariwisata Borobudur. Karena itu, Pemkot Magelang melibatkan wilayah Purwo Manggung, yang terdiri atas Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Magelang, Kota Magelang, dan Temanggung.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan