Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan event tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan event itu dinilai penting, karena sektor jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif memiliki peran besar dalam menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.

“Kalau kita lihat di Jawa Tengah, pertumbuhan ekonomi kita juga banyak ditopang dari sektor konsumsi. Untuk meningkatkan konsumsi, pintunya adalah pariwisata,” kata Sumarno, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat acara pembukaan.

Dia menambahkan, pariwisata tidak dapat dipisahkan dari pengembangan ekonomi kreatif. Melalui berbagai event, produk UMKM dan ekonomi kreatif dapat ditampilkan, sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan pasar.

Sumarno menyebut, kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Magelang cukup besar. Karena itu, menurut dia, diperlukan lebih banyak kegiatan yang mampu mendatangkan masyarakat ke Kota Magelang, untuk berbelanja produk UMKM dan ekonomi kreatif.

Dia berharap, berbagai event di Kota Magelang tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga membuka jejaring antarpelaku UMKM di Kota Magelang dengan daerah-daerah lain di Jawa Tengah.

Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian masyarakat, baik Kota Magelang maupun Jawa Tengah.

Sementara itu, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono mendorong pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata di Kota Magelang serta Jawa Tengah, untuk membentuk badan usaha koperasi. Sebab, sebagian besar pelaku UMKM masih menjalankan usaha secara perorangan, sehingga menghadapi keterbatasan dalam mengakses modal, pasar, dan teknologi.

“Sehingga nanti proses transformasi dari usaha yang sebelumnya perorangan menjadi punya badan usaha, mereka nanti bisa lebih mudah mengakses modal, mengakses pasar, mengakses teknologi dan lain sebagainya,” kata Ferry, seusai acara pembukaan.

Ditambahkan, Kementerian Koperasi siap memberikan pendampingan, inkubasi, hingga pembiayaan bagi badan usaha koperasi yang dibentuk para pelaku usaha. Ferry juga menilai, sektor ekonomi kreatif memiliki peluang untuk dikembangkan melalui koperasi, termasuk bagi ilustrator, konten kreator, animator, pelaku fashion, kerajinan, hingga produk wastra khas daerah.(Ft)