Batam,
Melalui tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, santri didorong tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga menguasai teknologi, berinovasi, serta menjaga akhlak dan integritas dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Firmansyah menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Indonesia. Santri diharapkan tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, melahirkan inovasi, serta menjunjung tinggi akhlak, integritas, dan kepedulian sosial.
“Peringatan Hari Santri juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 menjadi salah satu tonggak sejarah yang membangkitkan semangat perjuangan rakyat, termasuk dalam peristiwa 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan,” ujarnya.
Semangat perjuangan tersebut, menurutnya, perlu dilanjutkan melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata sesuai dengan tantangan zaman. Santri didorong untuk berani mengambil peran di berbagai bidang, baik sebagai ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, maupun pemimpin bangsa.
“Santri tidak boleh merasa kecil dan tidak boleh membatasi diri. Teruslah berusaha, berinovasi, dan berkarya. Jadilah santri yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujar Firmansyah.
Selain menekankan peran santri, ia menggarisbawahi tiga fungsi utama pesantren, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendidikan, pesantren berperan membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Dalam bidang dakwah, pesantren turut menyebarkan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam serta memperkuat kerukunan dan persatuan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan