SEMARANG,Pilarbangsa.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak, melalui penguatan imunisasi dan edukasi. Hal itu sebagai upaya antisipasi atas potensi menyebarkan penyakit tersebut.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyampaikan, kewaspadaan terhadap campak perlu ditingkatkan, mengingat daya tularnya yang sangat tinggi.
“Maka, penguatan imunisasi menjadi kunci, tidak hanya untuk campak tetapi juga penyakit menular lainnya, seperti TBC,” ujarnya, seusai menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Senin (30/3/2026).
Kunjungan itu membahas mengenai kesiapsiagaan daerah, dalam pencegahan dan penanggulangan kejadian luar biasa (KLB) campak di Provinsi Jawa Tengah.
Saat ini, kampak KLB tercatat terjadi di tiga kabupaten, yakni Cilacap, Klaten, dan Pati. Selain itu, terdapat dua daerah dengan status suspek, yaitu Brebes dan Kudus. Meski sebagian besar wilayah masih dalam kondisi terkendali, potensi penyebaran tetap menjadi perhatian.
Menurut Taj Yasin, tingginya kasus campak merupakan dampak dari terganggunya layanan imunisasi saat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Pemprov Jateng mendorong percepatan penutupan cakupan imunisasi di seluruh wilayah.
“Ini menjadi momentum untuk mengejar ketertinggalan. Kami terus menggerakkan kembali imunisasi, dan memperkuat kampanye kepada masyarakat,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan