BOYOLALI,
Manajer Kopdes Merah Putih Desa Pandeyan, Dea Hagania Laia mengatakan, koperasi tersebut mulai beroperasi pada 14 September 2026. Dalam waktu sekitar satu bulan, koperasi itu telah melayani kebutuhan masyarakat mulai dari sembako, beras, minyak goreng, gula, hingga gas LPG dan pupuk bersubsidi.
“Berdasarkan pengalaman dan berdialog dengan warga yang sudah membeli di sini, harganya cukup terjangkau, bahkan lebih murah daripada di luar,” kata Dea.
Dia mencontohkan, minyak goreng Minyakita dijual Rp15.700 per liter, sedangkan di luar koperasi harganya bisa mencapai sekitar Rp18.000 hingga Rp20.000. Sementara itu, gas LPG yang di tempat lain dapat dibeli dengan harga sekitar Rp20.000, di Kopdes Merah Putih Desa Pandeyan dijual Rp16.000.
Selain menyediakan kebutuhan rumah tangga, imbuh Dea, koperasi tersebut juga melayani pembelian pupuk bersubsidi bagi petani. Produk yang tersedia meliputi pupuk Urea, NPK Phonska, dan pupuk organik. Kehadiran layanan itu diharapkan memudahkan petani mendapatkan pupuk, tanpa harus pergi jauh dari desa.
Kopdes Merah Putih Desa Pandeyan juga mulai memberikan ruang bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Saat ini, terdapat lima produk UMKM yang dipasarkan, setelah melalui proses seleksi kualitas.
“Ke depan, kami berharap dapat memperluas kerja sama dengan pelaku UMKM lainnya di Desa Pandeyan,” ungkapnya.
Dari sisi usaha, Dea menyebut omzet koperasi saat ini diperkirakan mencapai Rp300.000 hingga Rp500.000 per hari. Pengelola berharap kegiatan yang diselenggarakan koperasi dapat semakin mengenalkan keberadaan Kopdes Merah Putih kepada masyarakat, sehingga lebih banyak warga berbelanja di sana.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan