Antusiasme warga dirasakan Lastri, salah seorang pembeli. Ia mengaku senang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih murah. Barang yang dibelinya antara lain minyak goreng, beras, mi instan, kecap, sampo, dan sabun.
“Semua ada di sini, lebih murah. Ibu-ibu kalau murah lebih senang,” tutur Lastri.
Hal senada disampaikan Pipit, warga asli Desa Pandeyan, yang datang setelah mendapat informasi jika harga kebutuhan pokok di koperasi lebih terjangkau. Dia mengaku menemukan selisih harga sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000, bergantung pada jenis barang yang dibeli.
Menurut Pipit, harga yang lebih terjangkau membantu masyarakat mengatur pengeluaran rumah tangga, karena beras, minyak goreng, gula, dan gas merupakan kebutuhan sehari-hari.
“Saya berharap ke depan produk yang tersedia semakin lengkap, dan jam operasional koperasi diperpanjang,” harapnya.
Sementara itu, Pemprov Jateng terus memacu percepatan verifikasi dan validasi gerai. Dari 4.230 Kopdes yang diprioritaskan, progres validasi hingga akhir September 2026 telah mencapai 61,67 persen, melampaui target nasional. Selain itu, Pemprov Jateng menyiapkan program sertifikasi kompetensi bagi 5.040 bendahara Kopdes yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga November 2026.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan, pengembangan unit bisnis KDKMP wajib mengusung prinsip kearifan lokal, sesuai potensi komoditas unggulan masing-masing daerah.
“Tidak semua KDKMP (Kopdes) harus dipukul rata sama, disesuaikan kearifan lokal daerahnya,” tandas Luthfi.(Ft)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan