Bogor,Pilarbangsa.com  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mencari solusi untuk mendukung keberlangsungan pembangunan melalui pembiayaan alternatif atau pembiayaan kreatif.

 

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, pada Musyawarah Cabang (Muscab) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Bogor di IPB International Convention Center, Kamis (15/10/2026).

 

Dedie Rachim mengatakan, sejumlah pembangunan infrastruktur di Kota Bogor tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga melibatkan kontribusi pihak swasta, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan insentif pemerintah pusat.

 

“Nah, yang akan segera kita laksanakan adalah, salah satunya, pembangunan off-ramp Ciawi 2 yang sama sekali tidak menggunakan APBD. Ini merupakan sambungan jalan tol Bocimi yang keluar di Rancamaya. Alhamdulillah, kita mendapatkan CSR atau bantuan tanggung jawab korporasi,” ujarnya.

 

Selain itu, pada tahun ini Kota Bogor juga memiliki dua proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), yakni Bogor Raya I di Galuga dan Bogor Raya II di Kayumanis, yang dibangun tanpa menggunakan APBD.
Dalam proyek tersebut, Pemkot Bogor memberikan dukungan melalui APBD untuk pembangunan akses jalan dan verifikasi lahan.

 

“Kemudian, beberapa proyek yang memang tidak harus melalui APBD dan sedang kami upayakan, terutama melalui kontribusi para pengembang yang ada di wilayah Kota Bogor. Salah satunya yang sedang diusulkan adalah bundaran di jalan masuk Bogor Summarecon, ke arah Kota Bogor. Kami juga mendapatkan komitmen dari pengembang. Jadi, kalau ke Summarecon ada bundaran, insyaallah nanti kalau ke Kota Bogor ada bundaran juga. Kita tidak menggunakan APBD, tapi kontribusi dari pihak ketiga,” ucapnya.