Medan,Pilarbangsa.com – Pemerintah daerah di Sumatera Utara menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dan menerima arahan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI guna memastikan tata kelola pemerintahan berjalan sesuai ketentuan dan terus mengalami perbaikan.
“Kami yakin BPK bekerja secara profesional dan kami mohon arahan agar tata kelola pemerintahan ke depan semakin baik,” ujar Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menyampaikan sambutan mewakili seluruh wali kota dan bupati se-Sumatera Utara dalam acara penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025, Senin (30/3/2026).
Penyerahan laporan keuangan tersebut dilakukan secara bersama oleh pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara kepada BPK RI Perwakilan Sumatera Utara sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor BPK RI Perwakilan Sumut itu turut dihadiri Kepala BPK Perwakilan Sumut Paula Henry Simatupang, Gubsu Bobby Nasution, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, serta Inspektur Kota Medan Erfin Fahrurrazi, bersama sejumlah kepala daerah di Sumut, dan pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Rico Waas menyampaikan bahwa laporan keuangan yang diserahkan merupakan hasil kerja yang telah dipersiapkan sejak jauh hari oleh masing-masing pemerintah daerah dan siap untuk diaudit secara objektif.
Ia juga menyampaikan harapan seluruh kepala daerah di Sumatera Utara agar pada tahun ini seluruh pemerintah kabupaten/kota dapat meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK sebagai indikator tata kelola keuangan yang baik.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (unaudited) Tahun 2025 oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (Mp)
Baca Juga  Revitalisasi RSUD Dr. Pirngadi Medan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembenahan tata kelola dan manajemen rumah sakit. Hal itu ditegaskan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat mendampingi Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR meninjau RSUD Dr. Pirngadi Medan, Selasa (21/7/2026). Menurut Rico Waas, Pemko Medan telah menyiapkan rencana pengembangan rumah sakit dan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar proses revitalisasi berjalan lebih efektif serta sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. "Perencanaannya sudah ada. Selanjutnya akan kami koordinasikan kembali dengan Kementerian Kesehatan agar desain dan penataan ruang rumah sakit disupervisi sehingga lebih efektif dan efisien," kata Rico Waas didampingi Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman, dan Plt. Direktur RSUD Dr Pirngadi Mardohar Tambunan. Rico Waas mengungkapkan Kementerian Kesehatan memberikan sinyal positif terhadap rencana pengembangan RSUD Dr. Pirngadi. Namun, menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan pembenahan sistem kerja dan tata kelola rumah sakit. "Yang terpenting bukan sekadar membangun gedung baru, tetapi juga memperbaiki sistem dan manajemennya agar lebih profesional. Minggu depan tim kami akan kembali berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menindaklanjuti supervisi teknis," ujarnya. Selain membahas revitalisasi, peninjauan tersebut juga memastikan kesiapan fasilitas RSUD Dr. Pirngadi dalam mendukung penanganan tuberkulosis (TB). Rico Waas mengapresiasi dukungan Kementerian Kesehatan yang telah melengkapi rumah sakit milik Pemko Medan itu dengan berbagai peralatan kesehatan modern, seperti CT Scan dan Cath Lab, yang kini telah dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus menjelaskan kunjungan tersebut bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TB), mengingat Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus TB tertinggi kedua di dunia. "Kita datang untuk meninjau sarana dan prasarana rumah sakit yang menangani kasus-kasus TB. Hari ini tugas khusus kami bersama Pak Wamendagri adalah bagaimana pemberantasan TB di Indonesia, karena kasus TB kita masih nomor dua di dunia," kata Benjamin. Ia mengatakan pemerintah terus memperkuat deteksi dini melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilengkapi layanan X-ray portable bagi kontak erat pasien TB. Berdasarkan hasil peninjauan, Benjamin menilai fasilitas RSUD Dr. Pirngadi telah cukup baik untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. "Ternyata setelah kita tinjau, fasilitasnya sudah cukup baik. Kami datang untuk melihat langsung kesiapan fasilitas kesehatan di daerah dan apa saja yang masih perlu diperkuat," pungkasnya.