Dari sisi penerapan, Bdg-GoX saat ini masih berada dalam tahap sosialisasi dan uji coba teknis. Pemerintah Kota Bandung berencana memulai pengujian dengan sekitar 10 perangkat daerah sebelum memperluas integrasi secara bertahap.
Ia menargetkan integrasi jaringan dapat menjangkau lebih dari 60 persen perangkat daerah pada 2027. Perluasan tersebut akan mempertimbangkan hasil evaluasi, terutama terkait kecepatan koneksi dan keamanan jaringan.
“Target kita di tahun depan minimal lebih dari setengahnya. Optimistisnya semuanya. Jadi kita target minimal di atas 60 persenan mungkin sudah terhubung,” tuturnya.
Menurutnya, keamanan jaringan tidak hanya bergantung pada perangkat dan sistem yang digunakan, tetapi juga perilaku pengguna. Kata sandi yang lemah serta aplikasi yang tidak diperbarui dapat membuka celah bagi gangguan keamanan.
Untuk menjaga layanan tetap berjalan, Diskominfo Kota Bandung juga menggunakan beberapa jalur bandwidth dari operator berbeda yang digabungkan.
Jika salah satu jalur mengalami kendala, jalur lainnya diharapkan tetap dapat menopang koneksi. Selain itu, tersedia pusat pemulihan bencana atau disaster recovery center di Bali sebagai dukungan apabila terjadi gangguan di wilayah Bandung.
Indra berharap, Bdg-GoX dapat terus dikembangkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, terutama dalam mengakses layanan pemerintahan secara lebih cepat dan aman.
“Harapannya yang jelas pasti dikembangkan untuk dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya buat masyarakat,” pungkasnya. (Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan