Ia juga mendorong agar NAKULA dapat diintegrasikan dengan aplikasi lain di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan data sekaligus menghindari penginputan data secara berulang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menjelaskan bahwa NAKULA tidak hanya berfungsi sebagai platform penghimpun data, tetapi juga menyediakan fitur analisis untuk mendukung pemantauan kondisi sekolah, profil dan kinerja guru serta kepala sekolah, hingga kondisi peserta didik.
Menurutnya, pemanfaatan data tersebut diharapkan dapat membantu satuan pendidikan mengidentifikasi kebutuhan dan menentukan langkah yang sesuai untuk meningkatkan mutu pembelajaran serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
“Harapan saya, guru BK dan kepala sekolah bisa memanfaatkan aplikasi ini semaksimal mungkin untuk menciptakan sekolah yang benar-benar nyaman dan aman buat anak,” ungkap Herry.
Ia berharap seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, dapat memanfaatkan NAKULA secara optimal. Dengan demikian, data yang tersedia dapat menjadi salah satu dasar dalam menyusun perencanaan program, melakukan evaluasi, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kota Bogor.(Red)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan