Ia menyampaikan, Kemen P2MI memiliki akses pasar kerja di hampir 85 negara dengan sekitar 2.000 standar kompetensi jabatan di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, manufaktur, konstruksi, hingga hospitality.
Dwi mencatat, secara nasional terdapat potensi hingga 300.000 lapangan pekerjaan di luar negeri per tahun untuk pekerja terampil, di mana sekitar 40 persen di antaranya diarahkan untuk lulusan perguruan tinggi pada segmen medium to high-skilled.
“Ini visi yang luar biasa. Bandung bukan hanya kota pendidikan, tetapi sekaligus pusat penyiapan pekerja terampil ke mancanegara. Kami akan hubungkan peluang ini dengan ekosistem perguruan tinggi, termasuk membentuk Migrant Center, pelatihan, serta sertifikasi,” kata Dwi.
Ia menambahkan, penguatan soft skill dan kemampuan komunikasi juga menjadi fokus utama dalam penyiapan tenaga kerja. Langkah Pemkot Bandung ini diharapkan dapat menjadi pionir dan percontohan bagi daerah lain di Indonesia.
“Kota Bandung mudah-mudahan menjadi pionir dan role model untuk menyiapkan pekerja terampil kita di luar negeri,” ungkapnya.
Sedangkan Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman menyampaikan, Kota Bandung meluluskan kurang lebih 78.000 sarjana setiap tahunnya dari sekitar 212.000 mahasiswa aktif yang tersebar di 78 perguruan tinggi.
Ia berharap sinergi ini dapat menyerap lulusan secara optimal sehingga tidak menimbulkan dampak sosial akibat pengangguran terdidik.
“Dengan adanya sinergi ini, kami akan meminta 78 perguruan tinggi di Bandung untuk mengadaptasi kurikulum dan berkolaborasi, sehingga ketika mahasiswa lulus, mereka sudah siap bekerja dan dikirim ke luar negeri,” jelas Lukman.
Dukungan serupa disampaikan Pendiri dan Direktur Utama Ganesha Operation Bob Foster. Ia menyatakan siap memanfaatkan jaringan GO yang mengampu sekitar 250.000 siswa se-Indonesia untuk mengedukasi masyarakat mengenai keunggulan ekosistem pendidikan dan latar belakang budaya kreatif di Kota Bandung.
“Kami akan memberikan informasi berupa seminar, webinar, dan kunjungan di seluruh cabang untuk menjelaskan keunggulan Kota Bandung. Di samping membekali ilmu, mahasiswa yang datang ke Bandung juga akan dikuatkan secara karakter,” ujar Bob.
Melalui kolaborasi ini, hubungan antara pemerintah daerah, instansi pusat, lembaga pendidikan tinggi, dan mitra swasta diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan serta melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat dunia. (Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan