“Wilayah ini memang sangat membutuhkan, karena terlihat langsung banyak reruntuhan dan puing-puing bangunan akibat gempa,” kata Ahmad Fikri.

Ia menjelaskan, penanganan pascagempa saat ini mulai memasuki fase pemulihan awal atau early recovery. Pada fase tanggap darurat sebelumnya, bantuan lebih difokuskan pada kebutuhan mendesak seperti layanan kesehatan, dapur umum, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

Seiring masuknya masa pemulihan awal, kebutuhan masyarakat mulai bergeser pada pembangunan kembali sarana pendukung kehidupan sehari-hari. Salah satunya penyediaan hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa.

Selain itu, fasilitas umum yang mengalami kerusakan juga membutuhkan penanganan. Baznas RI turut memberikan dukungan untuk penyediaan ruang kelas darurat bagi sekolah yang terdampak serta masjid darurat untuk menggantikan tempat ibadah yang mengalami kerusakan.

“Bantuan yang dibutuhkan saat ini adalah hunian sementara, bangunan fisik darurat seperti ruang kelas bagi sekolah yang hancur, dan masjid darurat bagi tempat ibadah yang rusak agar masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Tak hanya pembangunan fasilitas darurat, Baznas RI juga masih menyalurkan paket logistik keluarga. Bantuan tersebut dinilai tetap dibutuhkan karena kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih setelah bencana.

“Warga masih fokus membangun kembali rumah dan memenuhi kebutuhan sekolah anak. Layanan kesehatan juga tetap berjalan, mengingat warga masih tinggal di tenda darurat dan kondisi fisik mereka cukup terganggu,” kata Ahmad Fikri.

Ia menambahkan, dukungan terhadap masyarakat terdampak gempa tidak berhenti pada penyaluran bantuan awal. Baznas RI masih membuka ruang dukungan dan pendampingan selama proses pemulihan berlangsung.

Pendampingan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam bulan hingga satu tahun, bergantung pada perkembangan kondisi masyarakat dan proses pembangunan kembali pascabencana.

“Kami memperkirakan dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan masih perlu mendampingi mereka agar bisa pulih dan beraktivitas kembali seperti semula,” ungkapnya.(Fi)