Menurut Faqih, tambahan hadiah umroh bagi juara pertama menjadi bentuk perhatian, yang membuat dirinya semakin termotivasi untuk terus mendalami Al-Qur’an.
“Kalau dulu kami yang juara itu hanya diberi uang pembinaan. Alhamdulillah sekarang diberi penambahan yaitu hadiah umrah untuk yang juara satu. Tentunya ini sangat berterima kasih kepada Pemprov Jawa Tengah, yang terus-menerus mendukung masyarakatnya untuk semakin semangat dalam mempelajari Alquran,” ujar Faqih.
Hal senada dirasakan Zumrotul Luthfiyyah, kafilah asal Kabupaten Rembang yang meraih terbaik pertama cabang Tafsir Bahasa Inggris Putri.
Bagi Zumrotul, penghargaan dari Pemprov Jateng bukan hanya soal nominal hadiah. Dia mengaku senang karena diberikan juga kepada peserta yang belum meraih juara.
“ Alhamdulillah , bersyukur sekali atas penghargaan yang telah diberikan oleh Bapak Gubernur,” tuturnya.
Prestasi Zumrotul kali ini juga menjadi cerita tersendiri. Dia pernah mengikuti cabang tahfiz 10 juz dan 20 juz. Pada MTQ Nasional 2024, Zumrotul mengikuti Tafsir Bahasa Inggris dan meraih harapan ketiga.
Dua tahun berselang, ia kembali mengikuti cabang yang sama. Kali ini, hasilnya jauh berbeda. Zumrotul berhasil menjadi yang terbaik pertama.
“Ini menurut saya cabang yang paling sulit yang pernah saya ikuti,” ungkapnya.
Menurut Zumrotul, pencapaian tersebut tidak datang secara tiba-tiba. Peserta yang ingin berprestasi di MTQ perlu mempersiapkan diri jauh sebelum perlombaan dimulai.
Dia berharap pelatihan peserta MTQ berikutnya dapat dilakukan sejak jauh hari. Persiapan tidak hanya mencakup kemampuan peserta, tetapi juga kenyamanan dan ketenangan mereka menjelang tampil.
“Kalau untuk teman-teman yang lain mungkin disiapkan dari sekarang, karena kan kebanyakan juara-juara itu mulainya enggak secara mendadak, belajarnya enggak secara mendadak,” katanya.
Sementara itu, tasyakuran MTQ Nasional XXXI dikemas dalam acara Jateng Bersholawat. Para kafilah dan masyarakat yang hadir diajak melantunkan selawat, yang diiringi oleh Majelis Sholawat Azzahir Pekalongan bersama Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf. Mauidhoh hasanah dalam acara tersebut disampaikan KH Ahmad Anwar Zahid dari Bojonegoro, Jawa Timur.(Ft)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan