Bagi Faqih, proses tersebut membutuhkan niat yang kuat dan kesungguhan untuk terus berjuang. Dia berharap, prestasi yang diraih tidak berhenti pada prestasi di ajang MTQ, namun juga semakin mendorong banyak generasi muda untuk mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an.

“Pesan untuk teman-teman semua selalu istikamah dalam membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an,” beber Warga Tuntang, Kabupaten Semarang ini.

Cerita perjuangan juga datang dari Nur Fadilla Aulia, kafilah Jateng yang meraih juara ketiga cabang Tahfidz Al-Qur’an putri. Dia bangga dapat turut mengantarkan Jateng meraih prestasi di tingkat nasional.

Berbagai dinamika latihan selama Januari hingga September 2026 telah dia rasakan. Termasuk rasa lelah yang silih berganti, dengan semangat untuk kembali berlatih dan mempersiapkan diri.

“Latihan ya pasti ada lelah, ada semangat, ada lelah, semangat lagi, lelah lagi gitu terus ya, tapi senang dan bangga,” ujar perempuan asal Kebumen, yang kini belajar di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Wakil Gubernur yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jateng, Taj Yasin, melaporkan seluruh rangkaian MTQ pada 12 hingga 19 September 2026 berlangsung lancar dan tertib. Ajang itu diikuti oleh sebanyak 2.242 peserta dari 37 provinsi, yang berlomba di 12 arena, dengan delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori.

Untuk kafilah Jawa Tengah, sebanyak 67 kafilah dikirim setelah melalui proses seleksi berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Dari jumlah itu, sebanyak 30 peserta berhasil lolos ke babak final.

Perjuangan para kafilah tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Dia menyampaikan selamat kepada para peserta yang telah meraih prestasi dalam MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.

Menurutnya, pencapaian ini adalah hasil dari pelatihan dan kerja keras yang dilakukan secara terus-menerus. Meski Jateng belum menjadi juara umum, dia tetap mengapresiasi seluruh kafilah yang telah berjuang dalam ajang tersebut.

“Itu adalah hasil jerih payah, usaha, latihan yang terus-menerus. Tetapi jangan salah, bahwa mereka khususnya Jawa Tengah, yang tidak dapat juara umum, tetap juara di hadapan Allah SWT karena melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an,” ungkap Luthfi.(Ft)