BANJARNEGARA,Pilarbangsa.com — Melalui program Revolusi Lahan atau Revola Jateng Optimis, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghidupkan kembali sejumlah lahan tidur yang sudah bertahun-tahun menjadi kembali produktif.

Hal itu seperti yang dilakukan di Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Lahan tersebut mengulas dan diresmikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Senin (10/8/2026). Program tersebut tidak hanya menghidupkan kembali lahan tidur belasan tahun, tetapi juga menghidupkan harapan baru ekonomi masyarakat dan masa depan pertanian.

Dalam kesempatan itu, Luthfi berharap, program Revola Jateng Optimis dapat direplikasi di 35 kabupaten/kota. Sebab, dia yakin masih banyak lahan tidur di daerah-daerah yang bisa dioptimalkan, guna mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan di Jawa Tengah.

“Saya pengen seluruh kabupaten/kota harus punya Revola, karena saya yakin di seluruh kabupaten/kota masih banyak lahan kita yang tidur nyenyak. Lahan tidur yang tidak pernah digarap,” katanya.

Luthfi menjelaskan, program tersebut intinya untuk membangunkan lahan tidur, untuk kemudian digarap secara terus-menerus oleh masyarakat, bekerja sama dengan banyak pemangku kepentingan terkait.

Revola Jateng juga menggunakan konsep smart farming terintegrasi, di mana di areal seluas 10 hektare tersebut ditanami komoditas tanaman kopi dan buah alpukat, untuk menahan erosi. Kemudian ada tanaman hortikultura, padi, perikanan, peternakan ayam dan kambing, serta memanfaatkan teknologi untuk smart farming, yang dikendalikan oleh petani milenial.

“Semua tersambung, campur baur, sehingga menjamin masyarakat sejahtera, masyarakat tidak menganggur, serta lahannya terpakai,” bebernya.