Berdasarkan data Angkasa Pura hingga Senin pukul 10.00 WIB, dampak erupsi Anak Krakatau telah menyebabkan 29 penerbangan di Bandara Ahmad Yani dibatalkan, terdiri atas 14 keberangkatan dan 15 kedatangan.

Pembatalan tersebut berdampak terhadap 3.420 penumpang, terdiri atas 1.842 penumpang keberangkatan dan 1.578 penumpang kedatangan. Mayoritas penerbangan yang terdampak merupakan rute dari dan menuju Jakarta.

Di sisi lain, pemantauan BMKG menunjukkan potensi sebaran abu vulkanik ke wilayah Jawa Tengah saat ini relatif aman.

“Dari data terakhir kami yang mengacu pada VAAC Darwin, baik pada lapisan bawah maupun lapisan atas, sekarang mayoritas arah anginnya ke arah barat. Itu sebabnya secara relatif untuk Jawa Tengah potensinya aman, dan hasil pemantauannya negatif,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo.

Hasil paper test yang dilakukan pada 6 dan 7 September di sekitar Bandara Ahmad Yani, juga menunjukkan hasil negatif. Pemantauan serupa di Tegal, Cilacap, dan Kertajati turut menunjukkan hasil yang sama.

Sementara itu, Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas Catursari Penanggungan mengatakan, hingga Senin (7/9/2026), belum ada laporan dampak erupsi Anak Krakatau, yang secara signifikan mengganggu aktivitas masyarakat di Jawa Tengah.

“Belum ada laporan yang secara signifikan mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Bergas.

Meski demikian, BPBD tetap meminta pemerintah kabupaten/ kota meningkatkan kewaspadaan dan menyampaikan imbauan kepada masyarakat, terutama untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah apabila terdapat debu atau asap.

Sebelumnya, Wakil Gubenur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyatakan, pengerjaan fisik serta penataan lokasi MTQ Nasional tinggal menyisakan penyelesaian tahap akhir. Pihaknya terus mengebut pengerjaan, agar seluruh arena lomba maupun pertunjukan pembukaan siap digunakan sepenuhnya pada 10 September mendatang, atau sehari sebelum rangkaian MTQ Nasional XXXI dimulai.(Ft)