Di Jakarta Pusat, kegiatan mencakup koridor Cempaka Mas hingga Green Pramuka.

Di Jakarta Timur, penyemprotan dilakukan dari Green Pramuka hingga UKI serta kawasan Terminal Kampung Melayu hingga PGC Cawang.

Sementara di Jakarta Selatan mencakup Jalan Rasuna Said dari depan KPK hingga Pejaten Village serta Jalan M.T. Haryono hingga Semanggi.

Di Jakarta Barat, penyemprotan dilakukan di sepanjang Jalan Slipi, Tomang, dan sekitarnya.

Untuk mendukung mitigasi, Gulkarmat DKI mengoperasikan water mist di tujuh titik. Masing-masing titik diperkuat dua unit sehingga total terdapat 14 unit dengan dukungan 70 personel. Setiap dua unit memiliki kapasitas tangki 10.000 liter.

DLH DKI mengerahkan satu unit water mist mobile berkapasitas 1.000 liter serta dua tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter.

Sementara itu, Distamhut mengerahkan 77 tangki dan 144 personel.
Pemprov DKI juga mengajak pengelola gedung yang memiliki perangkat water mist untuk turut melakukan langkah mitigasi di lingkungan masing-masing.

Selain itu, Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Koordinasi dilakukan untuk memastikan setiap langkah mitigasi didasarkan pada informasi resmi dan kondisi aktual di lapangan.

Sekda Uus mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah.

“Pemprov Jakarta akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menjaga kualitas udara serta kesehatan masyarakat. Masyarakat tetap tenang, pemerintah tetap siaga,” pungkasnya.(Li)