Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, fasilitas kesehatan, sekolah, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan, Pemkab Bogor optimistis gerakan pembudayaan hidup sehat dapat semakin kuat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Bogor yang semakin sehat dan mendukung terwujudnya Kabupaten Bogor yang maju dan istimewa.

Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Yura, menegaskan bahwa pembudayaan hidup sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan.

Ia mengatakan terjadi perubahan pola penyakit, dari sebelumnya lebih banyak didominasi penyakit infeksi menjadi penyakit tidak menular. Kondisi tersebut erat kaitannya dengan perilaku dan pola hidup masyarakat.

“Pembudayaan hidup sehat bukan hanya tugas Dinas Kesehatan. Instansi lain juga memiliki peran sesuai tugas dan fungsinya masing-masing, baik sekolah, fasilitas kesehatan, tempat kerja maupun lingkungan lainnya,” katanya.

Yura berharap hasil kegiatan dapat diterapkan di masing-masing instansi dan lingkungan kerja untuk kemudian diteruskan kepada masyarakat.

“Kesehatan rakyat merupakan pondasi kekuatan negara. Rakyat yang sehat akan mendukung terwujudnya negara yang kuat,” tegasnya.

Selanjutnya, narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Tanita Sakira, memaparkan implementasi pembudayaan hidup sehat di berbagai tatanan.

Ia menjelaskan bahwa konsep PHBS kini terus dikembangkan menjadi pembudayaan hidup sehat dengan pendekatan yang lebih luas.

Pembudayaan hidup sehat dilakukan melalui berbagai tatanan, termasuk rumah tangga, sekolah, tempat kerja dan fasilitas kesehatan.

“Pembudayaan hidup sehat membutuhkan dukungan berbagai pihak. Peningkatan literasi digital juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat, termasuk melalui media informasi dan layanan informasi masyarakat,” jelasnya.(Fi)