Adapun jumlah penumpang Trans Jateng dari 2017-Juli 2026 mencapai 52.424.403 orang. Tercatat, pada tahun 2025 penumpang terlayani mencapai 10.240.745 orang. Sementara itu, hingga Juli 2026, jumlah penumpang moda transportasi massal ini mencapai 5.881.676 orang.
“Tahun 2025 pelanggan Trans Jateng sudah mencapai 10 juta orang. Mudah-mudahan ke depan (inovasi) ini menjadi langkah maju, untuk lebih mempercepat pengembangan Trans Jateng,” paparnya.
Di sektor transportasi ramah lingkungan, Pemprov Jateng pun kian terbuka terhadap penggunaan kendaraan listrik. Hal itu ditandai dengan layanan taksi dan travel listrik yang kian berkembang. Di antaranya, operator Blue Bird dan moda antarjemput di provinsi (travel) listrik milik Rimba Raya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap, seluruh aplikasi yang dibuat bermuara pada kemudahan pergerakan masyarakat.
“Saya ingin aplikasi itu memudahkan masyarakat, baik dalam pergerakan orang dan barang antarkabupaten dan provinsi, juga menyelesaikan masalah saat arus mudik nanti,” urainya.
Wakil Direktur Utama PT Blue Bird, Sigit Djokosoetono, mengapresiasi peningkatan ekosistem kendaraan listrik oleh Pemprov Jateng.
“Kami melihat penambahan pengisian daya listrik cukup banyak di Jateng, terutama di Kota Semarang. Tadi Pak Luthfi juga sangat mendukung, karena tadi menyampaikan kendaraan memang harus hemat BBM dan tanpa polusi,” pungkas Sigit.(Ft)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan