SEMARANG,Pilarbangsa.com – Layanan transportasi massal di Provinsi Jawa Tengah semakin terdigitalisasi, dan berpeluang menambah pemasukan bagi keuangan daerah. Kolaborasi pun didorong agar moda transportasi kian ramah lingkungan serta ringkas.
Guna mengakselerasi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah, Arief Djatmiko, meluncurkan “Transformasi Perhubungan”, Senin (24/8/2026). Di dalamnya terdapat delapan program yang bertujuan mempercepat perubahan pelayanan transportasi di Jateng.
Di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Arief memaparkan delapan program tersebut, di antaranya Cashless Terminal Tipe B, Dashboard Digital Monitoring dan Pengawasan Operasional Terminal Tipe B (Dadi Manteb), penggunaan kartu Multi Trip (KMT) melalui kerja sama dengan PT Kereta Commuter Indonesia, serta kolaborasi Gojek dan GoPay melalui aplikasi Si Anteng.
Kemudian, kemudahan membayar pajak kendaraan bermotor melalui Samsat Budiman bagi pengemudi ojek online. Selanjutnya, kerja sama edukasi keselamatan transportasi dengan Disdik Jateng. Juga peresmian taksi dan travel berbasis kendaraan listrik, serta optimalisasi terminal untuk ruang usaha dan UMKM.
“ Cashless Terminal sudah kita uji coba di Sukoharjo. Jadi, pembayaran-pembayaran langsung masuk ke APBD, tidak lagi melalui perjalanan panjang. Sementara Dadi Manteb menjadi instrumen untuk memperkuat pengelolaan terminal berbasis data, serta memudahkan proses pemantauan secara lebih terukur,” ujarnya, di Wahana Graha Dishub, Senin (24/8/2026).
Di sisi pembayaran nontunai, Pemprov Jateng pun bekerja sama dengan GoPay dan PT Kereta Commuter Indonesia. Tercatat, pertumbuhan pengguna nontunai mencapai 482 persen sejak 2022. Dengan luasnya kerja sama ini, proses perpindahan moda transportasi ke layanan Trans Jateng semakin ringkas, cukup menggunakan aplikasi atau Kartu Multi Trip (KMT).
Dia menyebut, perpindahan dari moda pribadi ke Trans Jateng mencapai 53 persen. Dengan ini, potensi penghematan biaya transportasi masyarakat diperkirakan mencapai Rp50 miliar. Ketentuan penghematan BBM dalam setahun diprediksi sampai Rp34 miliar.
Adapun jumlah penumpang Trans Jateng dari 2017-Juli 2026 mencapai 52.424.403 orang. Tercatat, pada tahun 2025 penumpang terlayani mencapai 10.240.745 orang. Sementara itu, hingga Juli 2026, jumlah penumpang moda transportasi massal ini mencapai 5.881.676 orang.
“Tahun 2025 pelanggan Trans Jateng sudah mencapai 10 juta orang. Mudah-mudahan ke depan (inovasi) ini menjadi langkah maju, untuk lebih mempercepat pengembangan Trans Jateng,” paparnya.
Di sektor transportasi ramah lingkungan, Pemprov Jateng pun kian terbuka terhadap penggunaan kendaraan listrik. Hal itu ditandai dengan layanan taksi dan travel listrik yang kian berkembang. Di antaranya, operator Blue Bird dan moda antarjemput di provinsi (travel) listrik milik Rimba Raya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap, seluruh aplikasi yang dibuat bermuara pada kemudahan pergerakan masyarakat.
“Saya ingin aplikasi itu memudahkan masyarakat, baik dalam pergerakan orang dan barang antarkabupaten dan provinsi, juga menyelesaikan masalah saat arus mudik nanti,” urainya.
Wakil Direktur Utama PT Blue Bird, Sigit Djokosoetono, mengapresiasi peningkatan ekosistem kendaraan listrik oleh Pemprov Jateng.
“Kami melihat penambahan pengisian daya listrik cukup banyak di Jateng, terutama di Kota Semarang. Tadi Pak Luthfi juga sangat mendukung, karena tadi menyampaikan kendaraan memang harus hemat BBM dan tanpa polusi,” pungkas Sigit.(Ft)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan