“Jangka panjang itu hanya PDAM. Enggak boleh ada jangka panjang lain selain PDAM,” tegasnya.
Untuk memperkuat pasokan air baku, Farhan mengatakan, Pemkot Bandung dan Indonesia Power masih membahas terkait rencana pengambilan air dari kawasan Saguling dan Cirata.
Pemkot Bandung, kata dia, tengah berupaya mendapatkan akses untuk menarik sekitar 3.500 liter air per detik dari sumber tersebut. Namun, proses tersebut masih menghadapi pembahasan dengan pihak Indonesia Power.
“PDAM ini sekarang kita masih tarik-menarik dengan Indonesia Power untuk bisa menarik 3.500 liter per detik dari Saguling dan Cirata. Indonesia Power-nya belum memberikan,” ujarnya.
Farhan memastikan, sambil menunggu solusi jangka panjang melalui penguatan sistem PDAM, Pemkot Bandung akan tetap memenuhi kebutuhan warga dengan langkah-langkah sementara.
Khusus bagi warga di sekitar RTH Cihanja, distribusi air melalui mobil tangki dan pembangunan sarana air bersih akan terus disesuaikan dengan kondisi serta tingkat kebutuhan di lapangan.
“Yang di sini bagaimanapun juga sekarang solusinya semua masih sementara. Sarana air bersih atau kirim truk. Karena yang jangka panjang tetap harus menggunakan PDAM,” pungkasny.(Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan