Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, bersama unsur Forkopimda telah berada di lokasi untuk memantau sekaligus memastikan proses evakuasi dan penanganan para siswa berjalan lancar. Penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan dan penanganan medis.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Zulkarnain Barus mengatakan l peristiwa itu terjadi saat makan siang. Terdapat 265 murid yang mengalami keracunan dengan rincian, SMAN 1 Berastagi sebanyak 202 orang korban, SMA Swasta Bersama 25 orang dan SMK Swasta Bersama 38 orang dan Siswa SMP yang belum terdata.

Zulkarnain menjelaskan jika menu MBG hari ini adalah sayur kol, wortel, dan gulai ikan dencis. Ia menduga penyebab keracunan dari gulai ikan. Dugaan sementara, penyebab keracunan berasal dari ikan dencis.

Para siswa mengalami gejala awal mulut gatal-gatal. Selain itu, kulit murid juga gatal hingga sesak. Selain 265 siswa SMA/SMK, ada juga dari 2 SMP yang mengalami keracunan, yaitu SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama.

“Dapurnya sama, Depan Kodim 0205, tapi data siswa SMP yang jadi korban belum terdata,” ujarnya. Hingga berita ini dilansir, ratusan siswa yang jadi korban keracunan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

##Tidak Ada yang Mengkhawatirkan

Bupati Karo Antonius Ginting mengaku ia dan unsur Forkopimda telah mengecek seluruh siswa mendapat perawatan di tiga rumah sakit. Dari ratusan siswa yang keracunan, kondisinya tidak ada yang mengkawatirkan. “Yang paling penting, sampai saat ini kondisi (kesehatan) anak-anak kita tidak ada yang mengkawatirkan,” tegasnya.

Antonius belum bisa memastikan penyebab dari keracunan itu. “Penyebabnya masih diteliti. Nanti ke depan kita akan melakukan evaluasi. Namun yang pasti tidak ada masalah yang serius terhadap anak-anak kita,”ujar ya. Bupati juga menegaskan tidak akan membebankan biaya perobatan terhadap orang tua siswa. Bahkan menegaskan, besok Jumat (14/8) pihaknya akan memggelar apel di SMA Negeri 1 Berastagi.(Pmg)